Tuesday, July 27, 2010

Kenangan itu singgah saat saya sedang menyapu isi perut gmail yang mulai gendut. Tiba-tiba terlihat email usang yang membuat saya tersenyum dan meneteskan air mata. Isi emailnya sungguh manis sampai saya gak kuasa untuk menyimpannya terus. Sayapun mereply nya, saya tulis apa yang saya ingin tulis, tanpa kepala hanya mata dan hati. jemari ini menari, sementara pikiran saya melayang ke masa itu. dan tanpa terasa saya menetes diam-diam.

mengingatnya selalu membuat saya gimana gitu. makanya saya memilih untuk menutup mata tiap kenangan itu kembali dikepala. tapi semakin saya memejamkan mata semakin deras air mata saya. Setelah email itu terkirim saya merasa lega. setidaknya saya sudah menuliskan apa yang ingin saya sampaikan. harusnya dia tahu ada banyak cerita yang tak sempat terkirim. rangkaian kata yang menjadi obat saya tiap kali merasa gulana.

lega rasanya sekarang. semoga langkah kami semakin ringan.
semoga kami semakin dewasa. amin.

2 comments:

zeepsy said...

Amiinn...

S3 said...

Amien